Langsung ke konten utama

*Sparing Futsal Membara antara SDI Al Farisi dan SD Plus Al Fathonah Mardhatilah: Kolaborasi Enerjik Antar Kelas 3 hingga Kelas 6 dengan Partisipasi 28 Siswa*

Kisah Singkat Ulama Tafsir Mushthofa Bisri

 


Mengenal lebih dekat MUSTHOFA BISRI

A.      Musthofa Bisri

 

        Musthofa Bisri atau lebih sering dipanggil dengan Gus Mus  adalah seorang penulis yang dilahirkan tanggal 10 Agustus 1944. Ia juga pernah menjadi santri di pondok pesantren Lirboyo Kediri, Pesantren Krapyak Yogyakarta, dan Pesantren Raudlatut Thalibien Rembang. Beliau juga pernah memperdalam pengetahuan di universitas Al-Azhar, Kairo.Kini ia mengasuh santri di Pondok Pesantren Raudlatul Thalibien Rembang. Gus Mus juga pernah menjafi Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tahun 2014 hingga 2015 menggantikan. KH. Sahal Mahfudz yang wafat. Beliau juga merupakan salah seorang pendeklarasi Partai Kebangkitan Bangsa.

Kiprah Gus Mus

Gus Mus pernah menjabar sebagai Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahddlatul Ulma (NU) pada tahun 2014 hingga 2015. Pada mulanya ia adalah seorang wakil Rais ‘Aam dan Rais ‘Aam saat itu adalah KH. Sahal Mahfud, karena KH. Sahal Mahfud wafat pada tahun 2014, maka kedudukan Rais ‘Aam dijabat oleh KH. Mushtafa Bisri (Gus Mus).

Karya Sastra

 

Ø  Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem (Pustaka Firdaus, Jakarta, 1991,1994).

Ø  Tadarus, antalogi Puisi (Prima Pustaka Yogya, 1993).

Ø  Pahlawan dan Tikus (Kumpulan Puisi, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1996).

Ø  Wekwekwek: Sajak-sajak bumilangit (1996)

Ø  Gandrung: Sajak-sajak Cinta ( Mata Air Publishing, 2000)

Ø  Negri Daging (Bentang Pustaka, 2002)

Ø  Rubaiyat Angin dan Rumput (PT Matra Multi Media, 2008)

Ø  Lukisan Kaligrafi (kumpulan cerpen, kompas, 2006)

Ø  Aku Manusia: Kumpulan Puisi (Mata Air Publishing,2016)

Ø  Konvensi (Kumpulan Cerpen, Diva Press, 2018)

 

Karya Non Sastra

Ø  Dasar-dasar Islam (Terjemahan, Penerbit Abdillah Putra Kendal, 1401 H)

Ø  Ensiklopedia Ijma’ (terjemah bersama KH. MA Sahal Mahfdin, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1987)

Ø  Nyamuk-nyamuk Perkasa dan Awas, Manusia (gubahan cerita anak-anak,  Gaya Favorit press Jakarta, 1979)

 

 

 

Daftar Pustaka : Ensiklopedia Sastra Indonesia dan Wikipedia Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menunggu cintanya

 Menunggu cintanya. Malam makin larut, sebuah kafe di bilangan ibukota yang buka malam hari, baru terlihat geliatnya. Sam baru saja tiba dan langsung memasuki kafe itu, ia melihat banyak pengunjung di dalam, ia tengak tengok mencari tempat duduk yang kosong, akhirnya ia dapatkan. Sam memperhatikan dari kejauhan gadis manis yang sedang membawa minuman untuk pelanggan. Ketika si gadis melewatinya, ia tersenyum. “Hai Abangku, kemana aja? Kok baru keliatan!” tanya si gadis yang ternyata sudah mengenalinya juga dengan senyum. “Biasa lah, ada urusan…” katanya. “Minum apa? Biasa…?” tanya si gadis. Di jawab dengan anggukan Sam. “Oke, tunggu ya…”. Ia berlalu memberikan minuman pada pelanggan di pojok ruangan, setelah itu ia mengambilkan minuman pesanan Sam. “Ini minumannya, Abang ganteng…” kata si gadis sambil menaruh minuman di atas meja. “Kok kelihatan galau sih? Kenapa?” si gadis memandangi Sam. Ia mengambil kursi dan duduk di samping Sam. Ia memang sudah mengenal Sam sejak kecil dan ia ...

Terlambat masuk kelas dan ini yang terjadi

 Telat masuk sekolah  Pagi itu pukul 7 pagi bersama Rindi bergegas berangkat ke sekolah. Mereka berdua berangkat ke sekolah selalu berjalan kaki, perjalanan menuju ke sekolah mereka menemui berbagai hal unik yang menurut mereka patut diteladani. Ketika sampai di salah satu toko roti mereka berdua melihat seorang bapak yang sedang mencari rongsokan di tiap tong sampah, ketika Mereka melihat bapak-bapak yang sedang mencari rongsokan itu Roy dan Rendi membeli roti dari uang jajan mereka. Mereka bermaksud untuk memberikan roti itu kepada bapak yang sedang memunguti rongsokan. Boy dan Rendy pun pendiri Bapak tersebut dan mereka memberikan sebuah roti yang mereka beli di toko roti tersebut merasa iba dari Kedua lelaki tersebut yaitu Roy dan Rendy mereka lantas membantu bapak yang sedang mencari rongsokan tersebut untuk menafkahi keluarganya. Setelah membantu seorang bapak yang sedang mencari rizki melalui gerakan tersebut dan memberikan semua makanan yang berupa roti dan minuman lan...

*Sparing Futsal Membara antara SDI Al Farisi dan SD Plus Al Fathonah Mardhatilah: Kolaborasi Enerjik Antar Kelas 3 hingga Kelas 6 dengan Partisipasi 28 Siswa*

*Sparing Futsal Membara antara SDI Al Farisi dan SD Plus Al Fathonah Mardhatilah: Kolaborasi Enerjik Antar Kelas 3 hingga Kelas 6 dengan Partisipasi 28 Siswa* Pada hari Sabtu (16/12) yang cerah dan penuh semangat, SDI Al Farisi dan SD Plus Al Fathonah Mardhatilah menyelenggarakan acara sparing futsal yang menggembirakan. Acara ini berhasil membangun kolaborasi yang erat antara siswa-siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 dari kedua sekolah tersebut. Dengan partisipasi antara 28 siswa yang bersemangat, lapangan futsal di SDI Al Farisi menjadi saksi dari semangat dan keceriaan yang dilakukan oleh para peserta. Suasana penuh semangat dan kekompakan mulai dari pukul 09.30 hingga 11.00 WIB, lapangan futsal menjadi tempat di mana keceriaan dan semangat persahabatan berkembang. Para siswa dari kedua sekolah terlihat begitu bersemangat, berlarian di atas lapangan dengan jersey mereka yang membanggakan warna dan identitas sekolah masing-masing. Ketika peluit pertama ditiup, suasana langsung beru...