Langsung ke konten utama

*Sparing Futsal Membara antara SDI Al Farisi dan SD Plus Al Fathonah Mardhatilah: Kolaborasi Enerjik Antar Kelas 3 hingga Kelas 6 dengan Partisipasi 28 Siswa*

Nada Suara

 


    Suatu hari, ada seorang tukang kayu yang sedang istirahat di suatu tempat kerjanya, dan dia menerima sepucuk surat. Tapi ia bingung cara membacany dan juga Ia tidak biasa menerima surat sehingga ia cemas. Sehingga ia langsung berlari menuju temannya yang sedang makan di bawah pohon rindang tempat mereka kerja. Temannya bernama pak rio. Pak rio ini orangnya pintardan juga sering menjahili teman kerjanya.

 

“ini surat dari putramu,” seru pak Rio.

 

Isi suratnya seperti ini,”Ayah, aku sakit dan tidak punya uang sepeserpun, tolong kirimkan aku sejumlah uang sesegera mungkin. Putramu”

 

Dipengaruhi oleh nada suara dari pak Rio yang sedikit kasar saat membaca surat tersebut, maka pak anto menjadi marah dan berkata,” Dasar anak tak tau diri memangnya dia siapa, memaksakan aku, ayahnya? Jangan kira aku akan mengirim dia sepeserpun.”

 

Dalam kemarahannya ia langsung pergi kerumah dan di perjalanannya ia bertemu sahabatnya, seorang penjahit yang bersuara lembut.

 

‘’ada apa kamu lari-lari”. Kata pak tukang jahit yang bernama pak ilham.

 

Ia pun bercerita tentang surat tadi.” Coba kau lihat sendiri isi surat putraku ini.”

 

Sahabatnya pun membaca surat itu, dengan nada yang lembut dan menyentuh hati.

 

“oh, anakku malang,” katanya dengan cemas. ” Ia pasti sangat menderita. Lebih baik aku segera mengirimkannya uang sekarang juga.”

 

Memang benar pesan kadang sangat tergantung pada cara menyampaikannya.

 

Bila kita renungkan, konflik ini terjadi antara pasangan, rekan kerja, sahabat, kadang bukan karena ada masalah besar yang rumit yang tidak nisa dipecahkan. Namun karena kita tidak dapat mengatur cara kita menyampaikannya.

Jika tidak setuju, kita menyampaikannya dengan sikap lebih sabra,ramah dan tidak sedng bercanda apalagi bercandanya keterlaluan. Bagaimana mingkin orang lain akan respek terhadap kita?

 

Mari belajar kata-kata dengan lembut dan bersikap ramah kepada setiap orang yang kita jumpa. Mari melangkah menuju pintu kesuksesan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menunggu cintanya

 Menunggu cintanya. Malam makin larut, sebuah kafe di bilangan ibukota yang buka malam hari, baru terlihat geliatnya. Sam baru saja tiba dan langsung memasuki kafe itu, ia melihat banyak pengunjung di dalam, ia tengak tengok mencari tempat duduk yang kosong, akhirnya ia dapatkan. Sam memperhatikan dari kejauhan gadis manis yang sedang membawa minuman untuk pelanggan. Ketika si gadis melewatinya, ia tersenyum. “Hai Abangku, kemana aja? Kok baru keliatan!” tanya si gadis yang ternyata sudah mengenalinya juga dengan senyum. “Biasa lah, ada urusan…” katanya. “Minum apa? Biasa…?” tanya si gadis. Di jawab dengan anggukan Sam. “Oke, tunggu ya…”. Ia berlalu memberikan minuman pada pelanggan di pojok ruangan, setelah itu ia mengambilkan minuman pesanan Sam. “Ini minumannya, Abang ganteng…” kata si gadis sambil menaruh minuman di atas meja. “Kok kelihatan galau sih? Kenapa?” si gadis memandangi Sam. Ia mengambil kursi dan duduk di samping Sam. Ia memang sudah mengenal Sam sejak kecil dan ia ...

Terlambat masuk kelas dan ini yang terjadi

 Telat masuk sekolah  Pagi itu pukul 7 pagi bersama Rindi bergegas berangkat ke sekolah. Mereka berdua berangkat ke sekolah selalu berjalan kaki, perjalanan menuju ke sekolah mereka menemui berbagai hal unik yang menurut mereka patut diteladani. Ketika sampai di salah satu toko roti mereka berdua melihat seorang bapak yang sedang mencari rongsokan di tiap tong sampah, ketika Mereka melihat bapak-bapak yang sedang mencari rongsokan itu Roy dan Rendi membeli roti dari uang jajan mereka. Mereka bermaksud untuk memberikan roti itu kepada bapak yang sedang memunguti rongsokan. Boy dan Rendy pun pendiri Bapak tersebut dan mereka memberikan sebuah roti yang mereka beli di toko roti tersebut merasa iba dari Kedua lelaki tersebut yaitu Roy dan Rendy mereka lantas membantu bapak yang sedang mencari rongsokan tersebut untuk menafkahi keluarganya. Setelah membantu seorang bapak yang sedang mencari rizki melalui gerakan tersebut dan memberikan semua makanan yang berupa roti dan minuman lan...

*Sparing Futsal Membara antara SDI Al Farisi dan SD Plus Al Fathonah Mardhatilah: Kolaborasi Enerjik Antar Kelas 3 hingga Kelas 6 dengan Partisipasi 28 Siswa*

*Sparing Futsal Membara antara SDI Al Farisi dan SD Plus Al Fathonah Mardhatilah: Kolaborasi Enerjik Antar Kelas 3 hingga Kelas 6 dengan Partisipasi 28 Siswa* Pada hari Sabtu (16/12) yang cerah dan penuh semangat, SDI Al Farisi dan SD Plus Al Fathonah Mardhatilah menyelenggarakan acara sparing futsal yang menggembirakan. Acara ini berhasil membangun kolaborasi yang erat antara siswa-siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 dari kedua sekolah tersebut. Dengan partisipasi antara 28 siswa yang bersemangat, lapangan futsal di SDI Al Farisi menjadi saksi dari semangat dan keceriaan yang dilakukan oleh para peserta. Suasana penuh semangat dan kekompakan mulai dari pukul 09.30 hingga 11.00 WIB, lapangan futsal menjadi tempat di mana keceriaan dan semangat persahabatan berkembang. Para siswa dari kedua sekolah terlihat begitu bersemangat, berlarian di atas lapangan dengan jersey mereka yang membanggakan warna dan identitas sekolah masing-masing. Ketika peluit pertama ditiup, suasana langsung beru...