Pada Suatu Hari, Seekor Tikus Yang Sedang Asik Bermain Di Tengah Hutan. Tikus Berkeliling Sambil Bernyanyi Dengan Riang. Namun, Karena Keasikkan Bermain, Ia Tidak Sadar Sadar Berjalan Terlalu Jauh Dari Rumahnya.
Akhirnya, Tikus Menyadari, Ia Bermain Sangat Jauh Dari Rumahnya. Tikus Pun Langsung Memutuskan Untuk Pulang Kerumah. Namun, Karena Masuk Hutan Terlalu Jauh, Ia Pun Tersesat.
Namun, Ketika Tikus Mencari Jalan Pulang. Bukannya Ia Menemukan Jalan. Malah Kesasar di Sarang macan tutul Yang Sedang Tidur. Tikus Sangat Ketakutan Melihat Harimau Yang Tertidur Lelap. Ia Langsung Memutuskan Untuk Mencari Jalan Keluar. Namun, Karena Takut Dan Panik Ia Malah Lari Naik Ke Atas pohon dan tak lama kemudian pohon tersebut tumbang atau patah dahannya terkena macan tutul tersebut
Macan terbangun Dan Sangat Marah, Karena Waktu Istirahatnya Di Ganggu. Karena Sangat Marah , Macan Itu Menangkap Tikus Malang Tersebut Dan Mencengkram Dengan Kukunya Yang Tajam.
(Sudah jatuh tertimpa tangga )
Pada Saat Bersamaan, kelinci Sedang Asik Minum Di Sebuah Sungai Yang Letaknya Tidak Jauh Dari Tempat Si Tikus. Kelinci Mendengar Suara Teriakan Ketakutan. Ia Langsung Mencari Di Mana Suara Itu, Ia Sangat Terkejut, Melihat Seekor Tikus Yang Siap Akan Di mangsa Seekor Macan Yang Sangat Besar. Kelinci Pun Merasa Sangat Takut Melihat Macan Yang Sangat Besar. Namun, Hatinya Ingin Sekali Membantu Si Tikus. Akhirnya, Kelinci Pun Memberanikan Diri Mendekati Mereka.
Kelinci Menghampiri Tikus Dan Macan. Tikus Sangat Senang Melihat Kelincil Datang, Ia Sangat Berharap Kelinci Dapat Menolongnya. Kelinci Datang Dengan Gaya Yang Sangat Bijak. Namun, Ia Pura-Pura Tidak Tahu Apa Yang Sedang Terjadi. Kelinci Langsung Menyapa Ke Dua Hewan Tersebut.
‘’ Sedang Apa Kalian? Sepertinya Sedang Bermain, Apa Boleh Aku Ikut Bermain Bersama?’’ Tanya Si Kelinci.
Melihat Kelinci, Macan Sangat Terkejut.
‘’ Haha, Berani Sekali Kau Datang Ke Sini? Kebetulan Perutku Sangat Lapar.” Kata Si Macan Dengan Sangat Tegas.
‘’ Haha, Kenapa Aku Harus Takut kepada dirimu wahai Macan ? Hahaa, Aku Bisa Mengalahkan Semua Hewan Di Sini. Akulah Raja Di Hutan Ini.’’ Jawab Si Kelinci
Macan Sangat Terkejut Mendengar Apa Yang Di Katakana Si Kelinci. Namun, Ia Merasa Penasaran .
‘’ Apa Benar Yang Kau Katakan?’’ Tanya macan
‘’ Kau Tidak Percaya Padaku? Jika Kau Masih Tidak Percaya, Kau Bisa Menyakan Langsung Pada Penasehatku.’’ Jawab Kelinci lagi.
‘’ Penasehat? Haha, Dimana Aku Bisa Menemui Penasehatmu Itu.?’’ Tanya macan Yang Mulai Penasaran.
‘’ Hei macan, Kau Pura-Pura Tidak Tahu Siapa Penasehatku? Yang Sekarang Kau Cengkaram Itu, Dia Adalah Penasehat Kepercayaan Ku, Disini Ia Sangat Di Segani. Jika Sampai Terjadi Apa-Apa Dengan Dia, Aku Tidak Akan Memaapkanmu Harimau!’’ Jawab Kelinci
Macan Mulai Terpengaruh Dengan Cerita Si Kelinci. Macan Adalah Penghuni Baru Di Hutan Ini, Jadi Ia Memang Tidak Tahu Tentang Semua Hal Di Hutan Ini. Termasuk Siapa Raja Hutanya.
‘’ Hei Tikus, Apa Benar Yang Dikatan Si Kelinci? Dia Raja Di Hutan Ini?’’ Tanya Harimau Kepada Tikus.
Tikus Menyadari Bahwa Si Kelinci Berbohong Untuk Menolongnya, Ia Pun Mengikuti Alur Cerita Yang Di Buat Si Kelinci.
‘’ Iya Benar, Kelinci Adalah Raja Di Hutan Ini. Dan Aku Adalah Penasehat Kepercayaan Sang Raja Hutan. Di Hutan Ini Kancil Sangat Di Takuti Dan Di Hormati Oleh Semua Hewan. Jika Kau Masih Tidak Percaya. Kau Bisa Langsung Tanyakan Pada Hewan-Hewan Lain.’’ Jawab Si Tikus.
Mendengar Jawaban Dari Tikus, Ia Mulai Merasa Takut. Namun, Ia Tidak Menunjukkan Rasa Takutnya, Karena macan Adalah Hewan Yang Harus Di Takuti, Ia Tidak Mau Di Kalahkan Oleh Hewan Kecil Seperti Kelinci
‘’ Haha, Aku Tidak Percaya Dengan Omong Kosong Kalian Berdua! Mana Buktinya Jika Apa Yang Kalian Katakan Benar.’’ Tanya macan.
Kwlinci Pun Merasa Bingung, Bagaimana Ia Bisa Ia Membuktikan Kebohongannya. Namun, Karena Kecerdikannya. Ia Berusaha Tetap Tenang Di Hadapan macan. Meskipun Sebenarnya Ia Merasa Takut.
‘’ Kau Masih Tidak Percaya? Baiklah, Beberapa Hari Yang lalu aku Sudah Mengalahkan macan Sepertimu. Macan Itu Bersikap Sangat Kurang Ajar, Aku Masih Menyimpan Kepalanya Di Pinggir Sungai, Karena Untuk Peringatan Bagi Hewan-Hewan Lain Agar Tidak Bersikap Kurang Ajar Di Hutan Ini. Jika Mau Bukti, Aku Akan Menunjukannya Langsung. Namun, Setelah Aku Tunjukan, Kau Tidak Boleh Menyesal.” Kata Si Kelinci
Macan pun Merasa Ketakutan. Namun, Ia Memaksakan Diri Untuk Tidak Menunjukannya Rasa Takutnya.
‘’ Baiklah, Di Mana Kau Akan Menunjukkan macan Malang Itu. Namun, Jika Kau Menipuku, Kalian Berdua Akan Menjadi Makan Siangku.!’’ Kata macan
Mendengar Gertakan Si macan. Tikus Sangat Ketakutan. Namun, Ia Percaya Akan Kepintaran si kelincil, Si Kelinci Pun Mengedipkan Mata Pada Tikus.
Kelinci Langsung Membawa macan Ke Tepi Sungai Di Dalam Hutan. Mereka Menuju Sumur Di Pinggir Sungai. Sumur Itu Sangat Gelap Dan Dalam. Namun, Karena Pantulan Cahaya Matahari Yang Membuat Air Yang Bening Itu Berkilau Seperti Cermin.
‘’ Kita Sudah Sampai Di Sumur Yang Aku Maksud. Sekarang Kau Bisa Membuktikan Sendiri, Kau Lihat Sendiri Pada Sumur Tersebut.’’ Kata Si kelinci.
Macan merasa Sangat Penasaran. Namun, Hatinya Sangat Takut, Ia Pun Memberanikan Diri Untuk Melihat Ke Dalam Sumur. Karena Ketakutan Ia Hanya Mengintip Saja. Tapi, Ia Sangat Terkejut Ketika Membuka Mata Dan Melihat Kepala macan Itu Benar-Benar Ada. Ternyata, Apa Yang Di Katakana Kelinci Benar. Ia Memang Benar-Benar Raja Hutan. Karena Ketakutan, Ia Langsung Melarikan Diri. Ia Langsung Berlari Dengan Cepat, Karena Takut Di Makan kelinci.
Melihat, macan Berlari Begitu Cepat. Kancil Dan Tikus Tertawa Dengan Puas, Mereka Berhasil Mengelabui macan Yang Sombong Itu.
Sebenarnya, Di Dalam Sumur Itu Tidak Ada Siapapun Selain Air Yang Sangat Bening Seperti Kaca. Karena Kebodohan macan. Ia Tidak Menyadari Bahwa Kepala macan Yang Ada Di Sumur Tersebut Adalah Bayangannya Sendiri. Lagi Lagi Kelinci Berhasil Menipu Untuk Menyelamatkan Tikus Temannya.
Komentar