Langsung ke konten utama

*Sparing Futsal Membara antara SDI Al Farisi dan SD Plus Al Fathonah Mardhatilah: Kolaborasi Enerjik Antar Kelas 3 hingga Kelas 6 dengan Partisipasi 28 Siswa*

kisah cerita penebang pohon

     Alkisah, seorang pedagang kayu bakar menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan keadaan kerja yang bakal diterima sungguh-sungguh baik, sehingga si calon penebang pohon itu bahkan bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.


 Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang semestinya diselesaikan dengan sasaran waktu yang telah ditetapkan kepada si penebang pohon. Hari pertama bekerja, ia berhasil merobohkan 8 batang pohon.

Petang hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan lapang dada, “Hasil kerjamu sungguh luar lazim! Saya sungguh-sungguh terpukau dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu.

Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”. Amat bersemangat oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tapi ia cuma berhasil merobohkan 7 batang pohon.

Hari ketiga, ia bekerja lebih keras lagi, tapi kesudahannya tetap tak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, kian sedikit pohon yang berhasil dirobohkan.

“Sepertinya saya telah kehilangan kecakapan dan kekuatanku, bagaimana saya dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa.

Dengan kepala tertunduk ia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tak paham apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?” “Memacu kapak? Saya tak punya waktu untuk itu, saya sungguh-sungguh sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat energi”.

Kata si penebang. “Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu dapat menebang pohon dengan hasil luar lazim.

Hari-hari selanjutnya, dengan energi yang sama, mengaplikasikan kapak yang sama tapi tak diasah, kamu tahu sendiri, kesudahannya kian menurun. Maka, sesibuk apa saja, kamu semestinya menyempatkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan energi yang sama dan hasil yang optimal.

Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan langsung kembali bekerja!” instruksi sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.
Sama seperti si penebang pohon, kita bahkan setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas berkala .

Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, merupakan istirahat sebentar mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual.Seandainya kita mampu memegang irama kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !

 

cerita dikutip dari google

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menunggu cintanya

 Menunggu cintanya. Malam makin larut, sebuah kafe di bilangan ibukota yang buka malam hari, baru terlihat geliatnya. Sam baru saja tiba dan langsung memasuki kafe itu, ia melihat banyak pengunjung di dalam, ia tengak tengok mencari tempat duduk yang kosong, akhirnya ia dapatkan. Sam memperhatikan dari kejauhan gadis manis yang sedang membawa minuman untuk pelanggan. Ketika si gadis melewatinya, ia tersenyum. “Hai Abangku, kemana aja? Kok baru keliatan!” tanya si gadis yang ternyata sudah mengenalinya juga dengan senyum. “Biasa lah, ada urusan…” katanya. “Minum apa? Biasa…?” tanya si gadis. Di jawab dengan anggukan Sam. “Oke, tunggu ya…”. Ia berlalu memberikan minuman pada pelanggan di pojok ruangan, setelah itu ia mengambilkan minuman pesanan Sam. “Ini minumannya, Abang ganteng…” kata si gadis sambil menaruh minuman di atas meja. “Kok kelihatan galau sih? Kenapa?” si gadis memandangi Sam. Ia mengambil kursi dan duduk di samping Sam. Ia memang sudah mengenal Sam sejak kecil dan ia ...

*Sparing Futsal Membara antara SDI Al Farisi dan SD Plus Al Fathonah Mardhatilah: Kolaborasi Enerjik Antar Kelas 3 hingga Kelas 6 dengan Partisipasi 28 Siswa*

*Sparing Futsal Membara antara SDI Al Farisi dan SD Plus Al Fathonah Mardhatilah: Kolaborasi Enerjik Antar Kelas 3 hingga Kelas 6 dengan Partisipasi 28 Siswa* Pada hari Sabtu (16/12) yang cerah dan penuh semangat, SDI Al Farisi dan SD Plus Al Fathonah Mardhatilah menyelenggarakan acara sparing futsal yang menggembirakan. Acara ini berhasil membangun kolaborasi yang erat antara siswa-siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 dari kedua sekolah tersebut. Dengan partisipasi antara 28 siswa yang bersemangat, lapangan futsal di SDI Al Farisi menjadi saksi dari semangat dan keceriaan yang dilakukan oleh para peserta. Suasana penuh semangat dan kekompakan mulai dari pukul 09.30 hingga 11.00 WIB, lapangan futsal menjadi tempat di mana keceriaan dan semangat persahabatan berkembang. Para siswa dari kedua sekolah terlihat begitu bersemangat, berlarian di atas lapangan dengan jersey mereka yang membanggakan warna dan identitas sekolah masing-masing. Ketika peluit pertama ditiup, suasana langsung beru...
 Usia bukan halangan untuk menjalani hidup Anda! Ahli kardiologi berusia 109 tahun ini membagikan rahasia umur panjang dan kondisi kesehatannya yang luar biasa Kepala Departemen Bedah Kardiovaskular, Hendra Purnomo, pensiun di usia 70 tahun, meskipun begitu, jiwa dan tubuhnya tetap muda. Beliau telah pensiun selama 39 tahun, dan sampai sekarang masih sehat dan bugar! Saat ini, sang akademisi menginjak usia 109 tahun, tapi dia masih merasa bagaikan masih berusia 60 tahun. Dr. Hendra mengatakan bahwa rahasia umur panjangnya ada pada pembuluh darah. Jika pembuluh darah kita bersih dan sehat, kita bisa hidup hingga usia 120 tahun. Dan bahkan lebih lama lagi, dan tetap sehat sepenuhnya. Sang ahli kardiologi menjadi bukti nyata pernyataan ini. Reporter kami berhasil mewawancarai Dr. Hendra, yang kemudian menjelaskan metode memperpanjang umur dengan membersihkan pembuluh darah. Pada usia 109 tahun, Dr. Hendra mendapatkan ucapan selamat dari presiden. Foto dari tempat kerja Dr. Hendra. - D...